Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Pemadaman Lampu Serentak Jakarta Terbaru selama 60 menit pada Sabtu, 19 September 2026. Berdasarkan pengumuman terbaru Pemprov DKI Jakarta, kegiatan berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dan mencakup lima wilayah kota administratif. Sejumlah gedung pemerintahan, ruas jalan protokol dan arteri, serta ikon ibu kota seperti Monumen Nasional (Monas), Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Jenderal Sudirman hingga Patung Pemuda akan memadamkan pencahayaan yang tidak diperlukan. Kegiatan ini merupakan aksi penghematan energi dan pengurangan emisi karbon dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia.
Warga tidak perlu khawatir bahwa seluruh aliran listrik Jakarta akan diputus selama satu jam. Kegiatan ini merupakan pemadaman lampu secara partisipatif, bukan pemadaman jaringan listrik massal oleh PLN. Rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas penting lainnya dikecualikan, sementara masyarakat diajak secara sukarela mematikan lampu serta perangkat yang tidak diperlukan di rumah. Sejumlah gedung swasta, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, apartemen, dan bangunan komersial juga dapat berpartisipasi. Pengumuman terbaru ini sekaligus memperbarui jadwal awal yang pada April lalu mencantumkan 26 September untuk kegiatan Hari Ozon Sedunia; informasi Pemprov DKI pada September menetapkan pelaksanaan menjadi 19 September 2026.
Pemadaman Lampu Serentak Jakarta Terbaru pada 19 September 2026
Jadwal terbaru menetapkan pemadaman berlangsung Sabtu, 19 September 2026 pukul 20.30–21.30 WIB. Pemprov DKI menyebut aksi selama satu jam tersebut sebagai bagian dari peringatan Hari Ozon Sedunia sekaligus gerakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penghematan energi.
Tanggal ini penting diperhatikan karena terdapat informasi lama yang menyebut 26 September 2026. Pada April 2026, Pemprov memang mengumumkan tiga jadwal pemadaman, yakni 25 April untuk Hari Bumi, 13 Juni untuk Hari Lingkungan Hidup, dan 26 September untuk Hari Ozon Sedunia. Namun, pengumuman terbaru Pemprov DKI pada September menyebut pelaksanaan ketiga berlangsung pada 19 September.
Apakah Seluruh Listrik Jakarta Akan Padam?
Tidak. Istilah pemadaman lampu serentak terkadang menimbulkan kesan bahwa PLN akan memutus suplai listrik ke seluruh rumah dan bangunan Jakarta. Kegiatan yang diumumkan Pemprov DKI bukan pemadaman listrik total seperti ketika terjadi gangguan jaringan.
Yang dimatikan terutama pencahayaan pada gedung dan fasilitas tertentu, penerangan di sejumlah jalan, serta pencahayaan dekoratif ikon kota. Masyarakat juga diajak berpartisipasi secara mandiri dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan selama satu jam tanpa mengorbankan keselamatan dan kebutuhan penting.
Jalan MH Thamrin dan Sudirman Ikut Dipadamkan
Jakarta Pusat menjadi salah satu wilayah dengan cukup banyak titik pemadaman. Jalan Jenderal Sudirman dari Dukuh Atas hingga sekitar Gedung Sampoerna Strategic masuk daftar, begitu pula Jalan MH Thamrin dan kawasan sekitar Jalan Medan Merdeka, termasuk bagian di depan Istana Presiden di Medan Merdeka Utara.
Jalan Gerbang Pemuda hingga Jalan Asia Afrika juga termasuk dalam daftar. Selain penerangan jalan tertentu, halaman Balai Kota serta Kantor Wali Kota Jakarta Pusat ikut berpartisipasi. Jadi, masyarakat yang berada di pusat Jakarta pada Sabtu malam dapat melihat perubahan pencahayaan di sejumlah titik selama periode 20.30–21.30 WIB.
Monas dan Bundaran HI Akan Gelap Selama Satu Jam
Beberapa landmark paling terkenal di Jakarta juga masuk agenda. Pencahayaan Monumen Nasional beserta air mancurnya dijadwalkan dipadamkan. Bundaran HI dan fasilitas air mancurnya juga termasuk dalam kegiatan tersebut.
Selain dua lokasi itu, pencahayaan Gedung Balai Kota, Patung Arjuna Wiwaha beserta air mancurnya, Patung Pemuda, Patung Pahlawan, dan Patung Jenderal Sudirman masuk daftar. Pemadaman landmark mempunyai fungsi simbolis karena perubahan visualnya mudah terlihat masyarakat.
Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta Pusat
Untuk wilayah Jakarta Pusat, titik yang diumumkan meliputi Jalan Sudirman dari Dukuh Atas hingga Gedung Sampoerna Strategic, Jalan MH Thamrin, kawasan Jalan Medan Merdeka, Jalan Gerbang Pemuda–Asia Afrika, halaman Balai Kota, dan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.
Beberapa ikon kota yang berada di wilayah pusat juga akan mengalami pengurangan pencahayaan. Meski demikian, pengguna jalan tetap perlu memperhatikan bahwa pemadaman untuk kampanye lingkungan tidak berarti aspek keselamatan lalu lintas diabaikan. Pengelola tetap mempunyai kewenangan atas penerangan yang berkaitan langsung dengan keselamatan.
Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta Utara
Jakarta Utara juga ikut dalam aksi hemat energi Jakarta 2026. Titik yang tercantum adalah Jalan Yos Sudarso, kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Utara, dan Jalan Perintis Kemerdekaan.
Pemadaman dilakukan pada penerangan yang termasuk dalam program selama satu jam. Masyarakat maupun pengelola gedung di Jakarta Utara juga dapat berpartisipasi secara mandiri dengan mengurangi penggunaan lampu yang tidak diperlukan.
Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta Barat
Di Jakarta Barat, Jalan Daan Mogot menjadi salah satu koridor yang masuk daftar. Jalan Kembangan Raya di depan Kantor Wali Kota Jakarta Barat serta kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Barat juga tercantum dalam pengumuman.
Daan Mogot merupakan salah satu koridor utama Jakarta Barat sehingga kegiatan dapat cukup terlihat pada Sabtu malam. Namun, sekali lagi, ini bukan berarti seluruh kawasan Daan Mogot kehilangan suplai listrik. Pemadaman difokuskan pada penerangan yang menjadi bagian dari aksi.
Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta Selatan

Jakarta Selatan mempunyai beberapa lokasi yang ikut berpartisipasi. Jalan Prapanca Raya, Jalan Gerbang Pemuda–Asia Afrika, Jalan Sudirman dari sekitar Gedung Sampoerna Strategic hingga Patung Pemuda, Gedung Wali Kota Jakarta Selatan, dan Jalan HR Rasuna Said masuk daftar yang diumumkan.
Koridor Sudirman menjadi menarik karena wilayah pemadamannya terbagi dalam administrasi Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Kawasan tersebut juga dipenuhi gedung perkantoran dan komersial sehingga partisipasi pengelola gedung dapat membuat efek pemadaman lebih terlihat.
Lokasi Pemadaman Lampu di Jakarta Timur
Untuk Jakarta Timur, daftar terbaru mencantumkan Jalan Dr. Sumarno, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan kompleks Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Lokasi tersebut akan menjadi bagian dari kegiatan serentak selama periode satu jam.
Seperti wilayah lainnya, warga Jakarta Timur juga diajak mengikuti gerakan dari rumah. Partisipasi masyarakat bersifat sukarela dan ditujukan terutama untuk penggunaan energi yang tidak diperlukan.
Gedung Pemerintah Ikut Mematikan Lampu
Seluruh bangunan atau gedung kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masuk sasaran kegiatan, dengan pengecualian untuk fasilitas pelayanan penting. Rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas sejenis tidak termasuk objek yang harus memadamkan penerangan penting.
Pengecualian tersebut menunjukkan tujuan kegiatan bukan membuat seluruh kota gelap tanpa mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Fokusnya adalah mengurangi penggunaan energi yang dapat dihentikan sementara tanpa mengganggu pelayanan dasar maupun keselamatan.
Mal dan Hotel Juga Bisa Ikut Pemadaman
Kegiatan tidak terbatas pada kantor pemerintahan. Pengumuman Pemprov DKI juga menyebut beberapa gedung swasta, gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, dan apartemen sebagai bagian dari cakupan partisipasi.
Namun, tidak berarti seluruh mal, restoran, hotel, atau apartemen Jakarta otomatis akan gelap total. Tingkat partisipasi dapat berbeda pada masing-masing bangunan dan pencahayaan yang berhubungan dengan keamanan atau kebutuhan operasional penting tetap perlu diperhatikan.
Warga Jakarta Diajak Ikut dari Rumah
Pemprov DKI secara khusus mengajak warga meluangkan waktu 60 menit untuk mematikan lampu di rumah. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya menjadi aksi pemerintah dan pengelola gedung, tetapi dapat menjadi gerakan masyarakat.
Partisipasi dapat dilakukan sederhana dengan mematikan lampu di ruangan yang tidak sedang digunakan serta perangkat elektronik yang memang aman dimatikan. Gerakan hemat energi selama 60 menit juga dapat menjadi pengingat untuk mengurangi pemborosan listrik setelah kegiatan selesai.
Mengapa Jakarta Mematikan Lampu Serentak?
Tujuan utama kegiatan adalah mendorong penghematan energi, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Program serupa telah dilakukan Pemprov DKI secara berkala.
Dasar pelaksanaannya antara lain Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon. Jadi, kegiatan pada September bukan program pertama, melainkan bagian dari agenda yang sudah berlangsung beberapa tahun.
Aksi Sebelumnya Berhasil Hemat 75,18 MWh Listrik
Data dari pelaksanaan sebelumnya memberikan gambaran dampak kegiatan. Ketika Jakarta melakukan pemadaman selama 60 menit pada 13 Juni 2026 dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, konsumsi listrik berkurang sebesar 75,18 MWh berdasarkan data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya.
Pemprov DKI mencatat penghematan biaya sekitar Rp108.693.752 dan penurunan emisi sebesar 60,14 ton CO2e. Angka tersebut merupakan hasil kegiatan Juni dan bukan perkiraan hasil pemadaman September. Hasil kegiatan 19 September nantinya baru dapat diketahui setelah data konsumsi listrik dibandingkan dan dihitung.
Pemadaman Jakarta Bukan karena Gangguan PLN
Masyarakat perlu membedakan Pemadaman Lampu Serentak Jakarta Terbaru dengan gangguan listrik PLN. Pemadaman 19 September merupakan kegiatan yang telah direncanakan Pemprov DKI dan dilakukan secara partisipatif untuk penghematan energi.
Karena itu, rumah warga tidak otomatis kehilangan aliran listrik pada pukul 20.30 WIB. Apabila listrik sebuah rumah benar-benar terputus dan bukan karena pemilik mematikannya sendiri, kondisi tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai bagian dari gerakan ini tanpa informasi mengenai penyebab gangguan dari penyedia listrik.
Mengapa Jadwal Berubah dari 26 Menjadi 19 September?
Informasi ini cukup penting karena jadwal awal yang diumumkan Pemprov DKI pada April menyebut aksi ketiga berlangsung 26 September 2026. ANTARA dan Beritajakarta sama-sama mencatat tanggal tersebut dalam pengumuman agenda tiga kali pemadaman tahun 2026.
Namun, pengumuman terbaru Pemprov DKI yang dipublikasikan pada pertengahan September menetapkan Sabtu, 19 September 2026, pukul 20.30–21.30 WIB. Sejumlah media pada 16–18 September juga merujuk langsung pengumuman terbaru tersebut. Karena itu, untuk agenda akhir pekan ini, tanggal terbaru yang perlu digunakan adalah 19 September 2026.
Pemadaman Lampu Serentak Jakarta Terbaru dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026 pukul 20.30–21.30 WIB. Kegiatan dilakukan di lima wilayah kota administratif dengan melibatkan sejumlah kantor pemerintah, gedung swasta dan komersial, jalan protokol, serta ikon Jakarta seperti Monas dan Bundaran HI.
Pemadaman ini bukan pemutusan listrik total oleh PLN. Kegiatan bersifat partisipatif sebagai bagian dari aksi hemat energi dan pengurangan emisi karbon untuk memperingati Hari Ozon Sedunia. Warga juga diajak ikut dari rumah dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan selama 60 menit, sementara fasilitas penting seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dikecualikan.
FAQ
Kapan Pemadaman Lampu Serentak Jakarta Terbaru?
Jadwal terbaru adalah Sabtu, 19 September 2026, mulai pukul 20.30 sampai 21.30 WIB.
Apakah seluruh listrik Jakarta akan mati?
Tidak. Ini merupakan pemadaman lampu secara partisipatif, bukan pemutusan suplai listrik seluruh Jakarta oleh PLN.
Apakah Monas dan Bundaran HI ikut dipadamkan?
Ya. Monas beserta air mancurnya dan Bundaran HI beserta air mancurnya termasuk ikon yang pencahayaannya dijadwalkan dipadamkan.
Apakah rumah warga wajib mematikan listrik?
Pemprov DKI mengajak masyarakat berpartisipasi dengan mematikan lampu yang tidak diperlukan. Bukan berarti warga harus memutus seluruh aliran listrik rumah.
Apakah rumah sakit ikut mati lampu?
Tidak untuk layanan penting. Rumah sakit, puskesmas, klinik, dan fasilitas sejenis termasuk yang dikecualikan dalam pengumuman Pemprov.
Kenapa ada informasi pemadaman tanggal 26 September?
Tanggal 26 September berasal dari jadwal awal yang diumumkan pada April 2026. Pengumuman terbaru Pemprov DKI pada September menetapkan pelaksanaan menjadi 19 September 2026.